Raja Lubis

Ini terjadi pada tanggal 4 Agustus lalu, pada jam 11 malam di bagian Sumatera Selatan. Malam itu dari balik jendela rasanya sangat dingin. Air yang ada di gelas pun juga lebih sejuk dari biasanya. Saat itu angin lebih terdengar suaranya. Di depan, daun pepohonan yang ramping terhempas dengan kencang. Penulis yang ingin mengambil sepatu di luar membuka pintu dan terkejut melihat langit yang lebih cerah dari biasanya. Kali ini langit cerah bukan karena bulan yang purnama yang besar atau karena banyak lampu pemukiman di bawahnya. Kali ini langit terlihat lebih cerah dengan merah merona. Saat itu, langit seperti terdiri atas tiga layer. Merah cerah, agak gelap, dan sangat gelap. Melihat pemandangan yang sangat jarang itu rasanya merinding sekaligus takjub. Malam itu sangat dingin menusuk, padahal warna merah yang merona itu kelihatannya menghangatkan.

--

--